Rabu, 24 Oktober 2012

Metodologi Perancangan Database untuk Data Warehouse

Metodologi Perancangan Database untuk Data Warehouse


Ada  sembilan tahap metodologi dalam perancangan database untuk data warehouse, yaitu :

          Langkah 1 : Pemilihan proses
Ø  Data mart yang pertama kali dibangun haruslah data mart yang dapat dikirim tepat waktu dan dapat menjawab semua pertanyaan bisnis yang penting
Ø  Pilihan terbaik untuk data mart yang pertama adalah yang berhubungan dengan sales, misal property sales, property leasing,property advertising.

Langkah 2 : Pemilihan sumber
Ø  Untuk memutuskan secara pasti apa yang diwakili atau direpresentasikan oleh sebuah tabel fakta.
Ø  Misal, jika sumber dari sebuah tabel fakta properti sale adalah properti sale individual maka sumber dari sebuah dimensi pelanggan berisi rincian pelanggan yang membeli properti utama

Langkah 3 : Mengidentifikasi dimensi
Ø  Set dimensi yang dibangun dengan baik, memberikan kemudahan untuk memahami dan menggunakan data mart
Ø  Dimensi ini penting untuk menggambarkan fakta-fakta yang terdapat pada tabel fakta
Ø  Misal, setiap data pelanggan pada tabel dimensi pembeli dilengkapi dengan id_pelanggan,no_pelanggan,tipe_pelanggan,tempat_tinggal, dan lain sebagainya.
Ø  Jika ada dimensi yang muncul pada dua data mart,kedua data mart tersebut harus berdimensi sama,atau paling tidak salah satunya berupa subset matematis dari yang lainnya.
Ø  Jika sebuah dimensi digunakan pada dua data mart atau lebih,dan dimensi ini tidak disinkronisasi,maka keseluruhan data warehouse akan gagal, karena dua data mart tidak bisa digunakan secara bersama-sama

Langkah 4 : Pemilihan fakta
Ø  Sumber dari sebuah tabel fakta menentukan fakta mana yang bisa digunakan dalam data mart.
Ø  Semua fakta harus diekspresikan pada tingkat yang telah ditentukan oleh sumber


Langkah 5 : Menyimpan pre-kalkulasi di tabel fakta
Ø  Hal ini terjadi apabila fakta kehilangan statement

Langkah 6 : Melengkapi tabel dimensi
Ø  Pada tahap ini kita menambahkan keterangan selengkap-lengkapnya pada tabel dimensi
Ø  Keterangannya harus bersifat intuitif dan mudah dipahami oleh pengguna

Langkah 7 : Pemilihan durasi database
Ø  Misalnya pada suatu perusahaan asuransi, mengharuskan data disimpan selama 10 tahun atau lebih

Langkah 8 : Menelusuri perubahan dimensi yang perlahan
Ø  Ada tiga tipe perubahan dimensi yang perlahan, yaitu :
o   Tipe 1. Atribut dimensi yang telah berubah tertulis ulang
o   Tipe 2. Atribut dimensi yang telah berubah menimbulkan sebuah dimensi baru
o   Tipe 3. Atribut dimensi yang telah berubah menimbulkan alternatif sehingga nilai atribut lama dan yang baru dapat diakses secara bersama pada dimensi yang sama.

Langkah 9 : Menentukan prioritas dan mode query
Ø  Pada tahap ini kita menggunakan perancangan fisik.


Dengan langkah-langkah tadi, seharusnya kita bisa membangun sebuah data warehouse yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar